Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin
Farrukh; telah menceritakan kepada kami Abu al-Asyhab; dari al-Hasan
radiyallahu'anhu, dia berkata;
'Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar al-Muzani yang sedang sakit dan menyebabkan kematiannya.. Ma'qil lalu berkata:
Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa dibebebankan oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya".'
[Hadits Riwayat Bukhari no. 7150-7151, Muslim no. 203, Ad-Daarimiy no. 324, Ahmad no. 25, 27, Ath-Thabarani no. 449, 455, 456, 457, 458, 459, 469, 472, 473, 476, dan 478, Ibnu Hibban no. 4495, dan Al-Baihaqi no. 41]
-----------------------------------------
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya; telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai'; dari Yunus; dari al-Hasan dia berkata:
'Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qal bin Yasar yang sedang sakit, Ubaidullah kemudian meminta sebuah hadits, maka Ma'qil pun berkata:
Aku akan menyampaikan sebuah hadits yang belum pernah aku sampaikan kepadamu.. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah Allah Ta'ala menyerahkan suatu urusan rakyat kepada seorang hamba lalu ketika menjelang ajalnya dia masih saja berkhianat kepadanya melainkan Allah pasti akan mengharamkan surga atasnya." '
[Hadits Riwayat Muslim no. 204]
-------------------------------------
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma'i; dan Muhammad bin al-Mutsanna; serta Ishaq bin Ibrahim; Ishaq berkata, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan dua orang lainnya berkata; telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam; dia berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku; dari Qatadah; dari Abu al-Malih;
Bahwa Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar ketika ia sedang sakit, Ma'qil kemudian berkata kepadanya:
'Sesungguhnya aku menceritakan kepadamu sebuah hadits, kalau bukan karena saya berada di ambang kematian, niscaya aku tidak menceritakannya kepadamu. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak seorang pemimpin pun yang mengurusi perkara kaum muslimin, kemudian dia tidak bersungguh-sungguh bekerja untuk mereka dan menasihatinya, kecuali dia pasti tidak akan masuk surga bersama mereka"."
[Hadits Riwayat Muslim no. 205]
'Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar al-Muzani yang sedang sakit dan menyebabkan kematiannya.. Ma'qil lalu berkata:
Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa dibebebankan oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya".'
[Hadits Riwayat Bukhari no. 7150-7151, Muslim no. 203, Ad-Daarimiy no. 324, Ahmad no. 25, 27, Ath-Thabarani no. 449, 455, 456, 457, 458, 459, 469, 472, 473, 476, dan 478, Ibnu Hibban no. 4495, dan Al-Baihaqi no. 41]
-----------------------------------------
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya; telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai'; dari Yunus; dari al-Hasan dia berkata:
'Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qal bin Yasar yang sedang sakit, Ubaidullah kemudian meminta sebuah hadits, maka Ma'qil pun berkata:
Aku akan menyampaikan sebuah hadits yang belum pernah aku sampaikan kepadamu.. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah Allah Ta'ala menyerahkan suatu urusan rakyat kepada seorang hamba lalu ketika menjelang ajalnya dia masih saja berkhianat kepadanya melainkan Allah pasti akan mengharamkan surga atasnya." '
[Hadits Riwayat Muslim no. 204]
-------------------------------------
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma'i; dan Muhammad bin al-Mutsanna; serta Ishaq bin Ibrahim; Ishaq berkata, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan dua orang lainnya berkata; telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam; dia berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku; dari Qatadah; dari Abu al-Malih;
Bahwa Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin Yasar ketika ia sedang sakit, Ma'qil kemudian berkata kepadanya:
'Sesungguhnya aku menceritakan kepadamu sebuah hadits, kalau bukan karena saya berada di ambang kematian, niscaya aku tidak menceritakannya kepadamu. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak seorang pemimpin pun yang mengurusi perkara kaum muslimin, kemudian dia tidak bersungguh-sungguh bekerja untuk mereka dan menasihatinya, kecuali dia pasti tidak akan masuk surga bersama mereka"."
[Hadits Riwayat Muslim no. 205]
0 comments:
Post a Comment